REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Seratus toko pakaian dalam perempuan di Riyadh, Arab Saudi ditutup. Pemerintah Saudi memerintahkan penutupan karena keseratus toko tersebut mempekerjakan pegawai pria.
Setidaknya, ada 7.353 toko pakaian dalam wanita di negeri Saudi. Kementerian Tenaga Kerja Saudi mulai awal tahun ini melarang pria bekerja di toko pakaian dalam wanita dan alat kosmetik. The Daily Mail melaporkan kebijakan ini perlu dilakukan agar tidak membuat pengunjung perempuan segan.
"Tujuan penutupan ini untuk memberikan suasana lebih nyaman bagi pengunjung perempuan," ujar seorang pejabat Kementerian Tenaga Kerja Saudi, seperti dikutip koran Al-Eqtisadiah, Selasa (19/9) kemarin.
King Abdullah menyatakan aturan tersebut diterapkan guna mengakhiri keseganan pengunjung wanita yang harus menyebutkan ukuran pakaian dalam mereka pada penjaga toko pria. Regulasi itu juga untuk mengurangi tingkat pengangguran di kalangan perempuan Saudi yang saat ini sudah mencapai sepertiga dari angkatan kerja.
Untuk diketahui, wanita di Saudi yang berpendidikan tinggi banyak bekerja sebagai insinyur, dokter, perawat, dan bidang lainnya. Karena itu, Saudi yang menerapkan syariat Islam melarang lelaki dan perempuan bukan muhrim saling berbaur.