Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

AS Kirim Pasokan ke Kelompok Teroris di Suriah

Rabu 24 Apr 2019 01:27 WIB

Red: Nur Aini

Kelompok pemberontak Suriah mengambil amunisi

Kelompok pemberontak Suriah mengambil amunisi

Foto: aljazeerah
Pasokan dari AS dikirim ke kelompok teroris YPG/PKK di Suriah Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat pada Senin (22/4) dilaporkan melakukan pengiriman baru untuk kelompok teror YPG/PKK di Suriah Timur.

Sebanyak 200 truk yang berisi barang dan perlengkapan bangunan dikirim oleh AS ke Provinsi Deir Ez-Zour di Suriah Timur dari Irak, kata beberapa sumber lokal, yang tak ingin disebutkan jatidiri mereka karena alasan keamanan, kepada Kantor Berita Turki Anadolu.

Baca Juga

Menurut sumber itu, barang yang dikirim tersebut direncanakan diserahkan kepada "pemerintah lokal" yang dikuasai oleh YPG/PKK. Perlengkapan bangunan tersebut, kata sumber yang sama, dapat digunakan oleh gerilyawan YPG/PKK untuk membuat terowongan.

Kelompok teror itu belum lama ini telah melakukan penggalian, dari barat ke timur, di sepanjang perbatasan Suriah dengan Irak. Pada 15 April, juru kamera Anadolu merekam video mengenai anggota YPG/ PKK yang sedang melakukan penggalian di daerah tersebut.

Pada September lalu, anggota YPG/PKK yang didukung oleh koalisi pimpinan AS melakukan operasi gabungan terhadap kubu terakhir kelompok gerilyawan ISIS di Deir Ez-Zour.

Pada Februari tahun ini, anggota ISIS diusir dari wilayah itu. Kevakuman dengan cepat diisi oleh anggota YPG/PKK. Sejak itu, AS terus melanjutkan pengiriman buat YPG/PKK, yang meliputi sejumlah Hummer SUV.

Pada 2 April, hampir 100 truk memasuki wilayah yang dikuasai YPG/PKK di Deir Ez-Zour.

Dalam lebih dari 30-tahun aksi teror melawan Turki, PKK yang juga dipandang sebagai organisasi teroris oleh AS dan Uni Eropa telah bertanggung-jawab atas kematian hampir 40 ribu orang, termasuk banyak warga sipil. YPG/PYD, yang sering beroperasi dengan menggunakan nama "SDF", adalah cabang PKK di Suriah.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA