Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Eskalasi Ketegangan AS-Iran Dinilai Memprihatinkan

Ahad 26 May 2019 23:14 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Andri Saubani

Pekerja berada di ladang minyak Nihran Bin Omar dekat Basra, Irak, 12 Januari 2017. Exxon Mobil mengungsikan staf asingnya menyusul ketegangan antara AS dan Iran.

Pekerja berada di ladang minyak Nihran Bin Omar dekat Basra, Irak, 12 Januari 2017. Exxon Mobil mengungsikan staf asingnya menyusul ketegangan antara AS dan Iran.

Foto: AP Photo/Nabil al-Jurani, File
Awal bulan ini, AS mengirim gugus tugas pembom ke Timur Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sebuah konsorsium yang terdiri dari pensiunan laksamana Amerika Serikat (AS), jenderal, duta besar dan eksekutif senior pemerintah menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi yang terjadi saat ini dengan Iran. Awal bulan ini, AS mengirim gugus tugas pembom ke Timur Tengah.

"Perang dengan Iran, baik karena pilihan atau kesalahan perhitungan, akan menghasilkan dampak dramatis di Timur Tengah yang sudah tidak stabil," kata kelompok itu dalam sepucuk surat yang ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump, dilansir dari Anadolu Agency, Ahad (26/5).

Ditandatangani oleh 76 orang, surat itu diterbitkan Jumat oleh situs War on the Rocks. Itu terjadi beberapa jam sebelum pengumuman Trump bahwa 1.500 pasukan tambahan AS akan dikirim ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Perang akan "menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik bersenjata lainnya dengan biaya finansial, manusia dan geopolitik yang sangat besar", surat itu memperingatkan. Dikatakan, kurangnya komunikasi langsung antara para pemimpin politik dan militer kedua negara hanya meningkatkan kemungkinan salah perhitungan yang mengakibatkan konflik militer yang tidak diinginkan.

Para penandatangan mendesak Trump untuk segera mengurangi tingkat ketegangan regional yang berbahaya. "Langkah-langkah eskalasi krisis harus ditetapkan dengan kepemimpinan Iran di tingkat senior pemerintah sebagai pembuka untuk diplomasi eksplorasi mengenai masalah-masalah yang menjadi perhatian bersama," catat mereka.

Awal bulan ini, AS mengirim gugus tugas pembom ke Timur Tengah, dengan menyebut "ancaman yang dapat dipercaya" dari Teheran. Pemerintahan Trump juga telah menunjuk Korps Pengawal Revolusi Islam, cabang angkatan bersenjata Iran, sebagai kelompok teroris.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA