Kamis 24 Mar 2011 06:03 WIB

Untuk Terapkan Embargo Senjata Libya, Turki Sumbang Lima Kapal

REPUBLIKA.CO.ID,BRUSSELS--Turki telah menawarkan satu kapal selam dan lima kapal perang sebagai bagian dari misi NATO di lepas pantai Libya untuk melaksanakan embargo senjata PBB terhadap rezim Muamar Qaddafi. NATO telah menerima tawaran dari enam negara sebanyak 16 kapal untuk mencegah senjata mencapai tangan pasukan Muamar Gaddafi, kata Jendral Kanada Pierre St-Amand pada satu konferensi pers di Brussels.

Turki telah setuju untuk menyumbang satu kapal selam, empat pergat dan satu kapal pembantu, kata St-Amand memerinci. Ankara telah mengkritik serangan Barat terhadap rezim Qaddafi dan menyampaikan keberatan NATO mengambil bagian dalam penerapan zona larangan terbang, tapi neGara itu mendukung pelaksanaan embargo senjata.

Misi NATO itu akan memiliki tujuan untuk mencegat dan menaiki kapal-kapal yang mencurigakan, dan hak untuk menembakkan tembakan peringatan melewati haluan kapal itu, kata seorang pejabat NATO tanpa menyebut nama. "Jika setelah inspeksi, keraguan masih ada mengenai keabsahan barang muatannya, kapal akan dialihkan ke sebuah pelabuhan yang ditentukan untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar St-Amand.

Operasi itu dilancarkan secara resmi Selasa malam setelah para utusan aliansi 28 negara tersebut memberikan persetujuannya. Para utusan itu akan bertemu lagi Rabu untuk memutuskan apakah aliansi tersebut akan bergabung dengan penerapan zona larangan terbang. Sumbangan untuk embargo senjata termasuk satu kapal komando dan kontrol dari Italia, 10 kapal pergat (empat dari Turki dan masing-masing satu dari Kanada, Spanyol, Inggris, Yunani, Italia dan Amerika Serikat).

Italia, Spanyol dan Turki masing-masing mengajukan satu kapal selam, sementara Roma dan Ankara juga menyumbang masing-masing satu kapal pembantu. NATO juga akan menggunakan pesawat pengawasan maritim dan jet jumbo pengamatan radar untuk menjaga lautan itu. Operasi itu akan berakhir di pangkalan angkatan laut NATO di Naples, Italia.

NATO memiliki data intelijen yang memberi kesan bahwa rezim Qaddafi terus berupaya mendapatkan jalan untuk membawa senjata ke nagar itu, bahkan melalui laut, kata seorang pejabat NATO. "Ada cukup banyak data intelijen pada kami untuk mengetahui bahwa embargo senjata ini merupakan aspek penting untuk mengadakan ekanan pada rezim itu."

sumber : antara/AFP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement