Sabtu 30 Apr 2011 09:35 WIB

Hillary Clinton: Kekerasan di Suriah Harus Dihentikan

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON--Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton pada Jumat meminta penguasa Suriah segera menghentikan kekerasan dan memuji keputusan Dewan HAM PBB untuk mengirimkan para penyelidik ke negara tersebut. Ny.Clinton, yang berbicara setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jepang Takeaki Matsumoto, memperbarui seruannya kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk "menanggapi aspirasi yang sah" rakyatnya.

"Kami terus mengecam dengan istilah yang paling kuat secara mutlak tindakan-tindakan yang pemerintah Suriah telah ambil terhadap rakyatnya sendiri. Kekerasan harus diakhiri segera," katanya kepada wartawan.

Amerika Serikat pada Jumat mengenakan sanksi baru terhadap Suriah termasuk terhadap Maher al-Assad, saudara berpengaruh presiden dan komandan Divisi Lapis Baja Keempat Suriah yang ditakuti. Assad telah berusaha untuk mengakhiri ancaman terbesar bagi kekuasaan keluarganya sejak 1980-an.

Satu kelompok HAM mengatakan bahwa setidaknya 62 orang tewas pada hari Jumat. Juga pada Jumat, Dewan HAM PBB mengesahkan pengiriman tim penyidik ke Suriah, dengan negara-negara kuat Barat mempermudah resolusi dan mengumpulkan negara-negara Afrika serta Amerika Latin untuk mengatasi oposisi oleh Rusia dan Cina.

"Dewan bersikap menentang upaya-upaya untuk membungkam perbedaan pendapat dengan penggunaan kekerasan beralasan," kata Ny.Clinton. "Dewan HAM telah menetapkan preseden yang telah melanjutkan pentingnya organisasi ini."

sumber : ant/AFP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement