REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD - Beberapa pria bersenjata membunuh politikus senior Irak yang turut membantu pembersihan anggota-anggota Partai Baath—yang didirikan Saddam Hussein—Kamis, (26/5). Serangan ini adalah yang terbaru dari serangkaian gelombang pembunuhan yang menargetkan para politisi dan pejabat Irak.
Kekerasan di Irak agak mereda sejak pembantaian sektarian antara Sunni dan milisi Syiah mencapai puncaknya, namun pemboman dan serangan bersenjata terus terjadi setiap hari. Pejabat pemerintah lokal, polisi dan petugas militer kini kerap menjadi sasaran pembunuhan.
Dua pria bersenjata, menggunakan senjata dengan peredam suara, membunuh Ali Al-Lami ketika ia tengah mengendarai mobilnya di timur Baghdad. "Dia dibunuh... saat terbunuh ia hanya ditemani sopirnya tanpa pengawal," kata Mayor Jenderal Qassim Al-Moussawi, juru bicara operasi keamanan Baghdad.
Lami, seorang Muslim Syiah, memainkan peranan penting dalam komite pembersihan Baath yang dibentuk setelah invasi 2003 pimpinan AS. Pembersihan elemen Baath ini dilakukan untuk memastikan para loyalis Saddam tidak kembali ke tampuk kekuasaan dalam pemerintahan baru.
Usaha Lami yang melarang kandidat dari Partai Baath dalam pemilu Maret tahun lalu, memicu ketegangan sektarian setelah minoritas Sunni merasa diperlakukan tidak adil karena beberapa politisi mereka didiskualifikasi.