REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kekerasan di Baghdad dan Irak tengah pada Senin menewaskan 16 orang, termasuk 12 dihantam oleh sebuah bom mobil bunuh diri yang dikemudikan penyerang di kota asal Saddam Hussein, Tikrit, kata para pejabat.
Kerusuhan itu terjadi tiga hari setelah serangan di sebuah masjid dan rumah sakit Tikrit, dimana 24 korban yang sedang dirawat tewas, meningkatkan keraguan atas kemampuan pasukan keamanan Irak yang hanya beberapa bulan sebelum semua pasukan AS harus ditarik mundur.
Serangan Senin itu menewaskan 12 orang, termasuk Kolonel intelijen militer Sabah Nuri al-Mashhadani dan dua perwira lainnya, dan melukai 20 lainnya, menurut seorang kapten polisi dan seorang kapten tentara, keduanya berbicara dengan syarat tidak disebut namanya.
Sembilan tentara di antara korban yang tewas, termasuk tiga petugas. Salaheddin Raid direktur kesehatan provinsi Al-Juburi sebelumnya menyatakan korban yang tewas delapan dan 17 terluka.
Ledakan itu terjadi pada pukul 09.30 (06.30 GMT), menargetkan gerbang utama dari beberapa kompleks perumahan istana kepresidenan Saddam yang dijaga ketat, yang adalah kediaman pejabat-pejabat keamanan dan juga mesjid yang diserang pada Jumat.
Kompleks ini secara lokal disebut sebagai "Zona Hijau" Tikrit mengacu pada pusat Baghdad yang dijaga ketat di mana parlemen dan kedutaan Amerika Serikat berada.