Kamis 09 Jun 2011 08:03 WIB

Kata Pejabat AS: Presiden Yaman Dibom, Bukan Diserang Roket

Ali Abdullah Saleh
Ali Abdullah Saleh

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh pekan lalu tampaknya terluka oleh pemboman di sebuah masjid di dalam istana, dan bukannya akibat serangan roket seperti pendapat sebelumnya, kata pejabat AS dan Arab kepada Reuters.

Masih belum jelas apakah bom itu telah ditanam oleh seseorang dari luar yang mendapatkan akses ke masjid, atau seseorang dalam "lingkaran dalam" Saleh sendiri.

Saleh pada awalnya menyalahkan serangan 3 Juni itu pada sebuah kelompok yang merupakan lawannya.

Ledakan itu menewaskan tujuh orang, beberapa pejabat senior terluka dan memaksa evakuasi Saleh ke Arab Saudi untuk perawatan.

Ada laporan yang saling bertentangan tentang kondisinya - mulai dari luka cukup kecil sampai luka bakar yang mengancam jiwa. Kedutaan Besar Yaman di Washington mengatakan pada Rabu bahwa Saleh berada dalam kondisi stabil "dan terus membaik."

Para pejabat Yaman telah menjelaskan sebelumnya bahwa ledakan itu sebagai hasil dari serangan roket. Namun para pejabat AS dan Arab, semua berbicara dengan syarat mereka tidak disebutkan namanya mengatakan, penyelidikan tentang ledakan mengisyaratkan hal itu disebabkan oleh bahan peledak.

Dengan Saleh berada di luar Yaman, Barat dan kekuatan Arab mendesak untuk perundingan transisi kekuasaan di sana, disertai aksi protes prodemokrasi selama berbulan-bulan yang telah membawa

negara miskin itu ke ambang perang saudara.

Saleh, yang berkuasa selama tiga dekade, telah lama dipandang sebagai sekutu penting AS yang mengizinkan pasukan Amerika untuk melakukan operasi Klandestin, termasuk serangan pesawat mata-mata tak berawak terhadap cabang lokal Al Qaida

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement