Jumat 24 Jun 2011 21:36 WIB

Khawatir Mogok, Gaji Pegawai Terminal Minyak Irak Dinaikkan 30 Persen

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pemerintah Irak mengatakan pihaknya menaikkan gaji pekerja di terminal minyak selatan, menyusul ancaman mogok yang akan melumpuhkan ekspor minyak.

" Kabinet memutuskan untuk memberikan kenaikan 30 persen gaji karyawan pada terminal minyak di Basra dan Khor al-Aamaya dekat selatan Semenanjung Faw," juru bicara pemerintah Ali al-Dabbagh mengatakan.

Dia mengatakan, inisiatif itu dimaksudkan untuk menunjukkan kemauan pemerintah "untuk mengembangkan sektor ini dan menunjukkan kesediaan untuk bersikap adil kepada staf."

Dia mengatakan pihak berwenang ingin "menunjukkan penghargaan mereka atas upaya karyawan, dan menunjukkan bahwa mereka sadar akan kesulitan dan kondisi pekerjaan yang sulit" yang berhubungan dengan panas di selatan.

Pada akhir April, sejumlah besar pekerja di Southern Oil Company (SOC) mengadakan demonstrasi di Basra meminta gaji lebih banyak.

Pada awal Mei mereka telah mengancam untuk mogok, dan kementerian perminyakan mengirim delegasi untuk bernegosiasi dan telah berjanji untuk memenuhi tuntutan mereka.

Hampir 80 persen dari minyak Irak diekspor melalui pelabuhan selatan. Pada April, 49,7 juta barel diekspor melalui pelabuhan selatan, senilai 5,6 miliar dolar AS, menurut data kementerian perminyakan.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement