REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL - Seorang prajurit marinir Korea Selatan Senin menembak rekan-rekannya di sebuah pos penjagaan garis depan, menewaskan tiga dari mereka dan melukai dua lainnya, kata kementerian pertahanan.
Kopral itu sedang bertugas di Pulau Ganghwa di barat Seoul, kata juru bicara kementerian itu, dan menambahkan bahwa insiden tersebut hanya melibatkan pasukan Korea Selatan. Dia tidak memiliki rincian lainnya secara langsung.
Seorang sersan, dua kopral tewas sementara itu seorang kopral lainnya dan pegawai sipil terluka, kata kantor berita Yonhap mengutip seorang perwira militer yang tak disebut namanya.
Penembak itu sendiri juga terluka, kata pejabat itu, dan menambahkan bahwa mereka yang cedera menerima pertolongan pertama dan dibawa ke rumah sakit.
Insiden serupa telah dilaporkan di masa lalu di antara angkatan bersenjata Korea Selatan yang berkekuatan 650 ribuorang.
Kejadian ini bukan kali pertama. Delapan tentara tewas dan dua terluka parah pada 2005 ketika tentara melemparkan granat dan peluru yang diberondongkan di atas rekan-rekan mereka yang sedang tidur di pos penjagaan garis depan di utara Seoul. Pada tahun 2008, tentara swasta yang sedang berjuang untuk beradaptasi dengan kehidupan militer melemparkan granat pada teman-temannya yang sedang tidur, melukai lima orang.
Sebagian besar pria Korea Selatan harus menjalani setidaknya dua tahun dinas militer.
Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih dalam kondisi perang setelah konflik mereka pada 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan dengan perjanjian perdamaian penuh.
Pihak militer telah berkampanye melawan penyalahgunaan dan pelecehan prajurit-prajurit juniornya oleh para senior mereka.