REPUBLIKA.CO.ID, SANA'A - Serangan militer Yaman terhadap gerilyawan Al-Qaeda membuat pemerintah menguasai seluruh kota penting di provinsi bergolak di Yaman selatan, Abyan, Rabu (3/8), dan menewaskan tiga tersangka gerilyawan serta seorang prajurit pemerintah, kata seorang pejabat provinsi itu.
Pejabat tersebut, yang tak ingin disebutkan jatidirinya, mengatakan kepada Xinhua, tiga tersangka anggota Alqaeda dan prajurit itu tewas dalam pertempuran sengit antara Brigade Militer Ke-119 dan gerilyawan Alqaeda di Jazirah Arab (AQAP). Pertempuran tersebut terjadi di wilayah Dio di ujung barat kota yang dikuasai Alqaeda, Zinjibar, ibu kota Abyan.
Beberapa laporan juga mengkonfirmasi baku-tembak sengit dan pemboman membuat beberapa orang cedera dari kedua pihak, kata pejabat itu. Sementara itu, arus baru anggota suku bersenjata yang pro-pemerintah dari Abyan bergabung dengan Brigade Zeni Ke-25 dalam perang mereka melawan AQAP di Zinjibar timur.
Serangan Selasa (2/8) oleh Brigade Militer Ke-119 di daerah Khamila di Zinjibar barat menewaskan tiga gerilyawan dan melukai tujuh orang lagi, yang semuanya dirawat di Rumah Sakit Razi di kota Jaar, Abyan, kata seorang dokter di rumah sakit tersebut kepada Xinhua.
Zinjibar, sekitar 480 kilometer di sebelah selatan ibu kota Yaman, Sana'a, telah dikepung oleh Brigade Militer Ke-119 dari barat dan oleh Brigade Zeni Ke-25 dari timur, sementara pertempuran masih dilancarkan oleh pasukan pemerintah, termasuk pesawat tempur Yaman, untuk membersihkan provinsi itu.
Pertempuran sengit yang berkecamuk setelah AQAP menguasai Zinjibar pada 29 Mei, baru-baru ini telah memaksa 90.000 warga setempat untuk meninggalkan rumah mereka ke kota pelabuhan yang bertetangga, Aden, kata pemimpin orang yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka di Aden, Hashim al-Hamly, kepada Xinhua melalui telepon.