REPUBLIKA.CO.ID,BAGHDAD - Sebuah bom mobil meledak di dekat pos pemeriksaan polisi di daerah berpenduduk mayoritas muslim Sunni di Baghdad baratdaya, Rabu (31/8), menewaskan tiga orang dan mencederai 20. Demikian kata satu sumber kementerian dalam negeri.
Supir, yang berpura-pura sebagai orang yang berbelanja, memarkir mobilnya di sebuah jalan di mana terdapat toko bahan pangan dan penjual daging serta toko-toko lain di daerah Jihad di ibu kota Irak tersebut. Ledakan itu terjadi tiga hari setelah penyerang bom bunuh diri yang menyamar sebagai pengemis meledakkan dirinya di sebuah masjid Sunni di Baghdad. Aksi bom bunuh diri yang menewaskan 32 orang termasuk seorang anggota parlemen.
Para politikus Sunni dan pejabat keamanan menuduh serangan di masjid pada Ahad itu dilakukan oleh Alqaidah di Irak. Mereka mengatakan aksi bom itu merupakan upaya untuk membungkam orang-orang Sunni moderat yang bersekutu dengan pemerintah Irak.
Serangan-serangan itu merupakan yang terakhir dari rangkaian kekerasan yang meningkat lagi di Irak dan terjadi beberapa bulan menjelang penarikan penuh pasukan AS. Ratusan orang tewas dalam gelombang kekerasan terakhir di Irak, termasuk sejumlah besar polisi Irak.
Sebanyak 259 orang Irak tewas dalam serangan-serangan pada Juli, angka kematian tertinggi kedua pada 2011. Juni merupakan bulan paling mematikan sepanjang tahun ini, dimana 271 orang Irak dan 14 prajurit AS tewas dalam serangan-serangan.