REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH - Pemimpin Palestina, Kamis (8/9), menekankan bahwa mereka tidak berniat berkonflik secara diplomatik dengan kubu Amerika Serikat, demikian juru bicara Otoritas Nasional Palestina dari kantor Mahmoud Abbas, menyatakan.
"Kami tidak menginginkan konfrontasi dengan pemerintahan AS," ujar sang jubir, Nabil Abu Rdineh, mengacu pada ancaman AS untuk memveto upaya Palestina mencari pengakuan sebagai anggota di PBB
Palestina, ujarnya, pada bulan ini memang berencana mengajukan gagasan melindungi hak-hak asasi rakyat Palestina dengan solusi dua negara ke PBB. "Rakyat Palestina tidak seharusnya selamanya dibawah penjajahan," tegasnya.
Pernyataan itu dilontarkan menanggapi ucapan jurubicara Departemen Luar Negeri AS bahwa Washington akan memveto permintaan Palestina bila diajukan ke Dewan PBB. Washington mendesak Palestina mengutamakan perundingan dan negosiasi damai dengan Israel.