REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Cina secara resmi mengakui kelompok pemberontak Dewan Transisi Nasional (NTC) sebagai "otoritas yang berkuasa dan wakil rakyat Libya", kata kantor berita resmi Xinhua, Senin.
Pengumuman singkat itu mengakhiri pekan-pekan ketidakpastian mengenai kapan Beijing akan secara resmi mengakui pasukan pemberontak yang telah mengalahkan loyalis Muammar Qaddafi sebagai penguasa resmi Libya.
Cina adalah salah satu dari sedikit negara yang sejauh ini menahan pengakuan terhadap pemberontak Libya.
Sebelumnya, awal bulan ini Presiden Rumania, Traian Basescu, mengumumkan pemerintahnya telah memutuskan untuk mengakui Dewan Transisi Nasional pemberontak Libya (NTC), saat berangkat menuju KTT Paris yang membahas era pasca-Qadafi.
"Sejauh ini, menyangkut Libya, Rumania mengakui NTC sebagai mitra satu-satunya sampai munculnya struktur yang lebih baik," kata Basescu seperti dikutip kantor berita Mediafax dan Agerpres.
Rumania—anggota NATO sejak 2004—menolak untuk mengambil bagian dalam serangan udara melawan rezim Muamar Qadafi di Libya, tapi mengirim fregat untuk memaksakan embargo senjata terhadap Libya.
Rumania juga memperbolehkan bandaranya digunakan untuk pengisian bahan bakar pesawat-pesawat AS yang terlibat dalam operasi militer di Libya.
Selain Cina dan Rumania, negara-negara yang telah mengakui NTC sebagai perwakilan sah rakyat Libya antara lain Rusia, Mesir, Chad, Turki, Uni Emirat Arab (UAE), Australia, Inggris, Prancis, Jerman, Gambia, Italia, Yordania, Malta, Qatar, Senegal, Spanyol dan AS.