REPUBLIKA.CO.ID,BAGDHAD--Brigadir Talal Blasm dari angkatan bersenjata Irak tewas ditembak oleh kelompok bersenjata di ibu kota Baghdad pada Senin, kata sumber polisi. Orang bersenjata tak dikenal menggunakan senjata dengan peredam menyerang mobil brigadir itu sementara melewati kabupaten Amil di barat daya Baghdad, menewaskan pejabat itu dan melukai serius istrinya, kata sumber yang tak bersedia disebut namanya itu kepada Xinhua.
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan penyelidikan sedang dilakukan, kata pejabat polisi tadi. Dalam insiden terpisah pada Senin, tiga warga sipil terluka ketika sebuah bom pinggir jalan meledak di kabupaten Khadra di barat Baghdad.
Di Kerbala sebelumnya, empat ledakan berturut-turut mengguncang kota itu pada Ahad, menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai puluhan lainnya di luar satu kantor pemerintah daerah, dalam serangan yang kata para pejabat dilakukan oleh gerilyawan Al-Qaida.
Bom pertama meledak di tengah kerumunan massa penjaga dan warga sipil di depan kantor yang menerbitkan kartu identitas dan paspor, sementara tiga ledakan lain terjadi tak lama kemudian ketika petugas penanganan darurat tiba untuk membantu korban, kata polisi.
Ledakan-ledakan dari tiga bom mobil dan satu bom sepeda-motor itu menghancurkan bagian depan sejumlah rumah dan pertokoan, dan mayat korban terlihat di antara puing-puing bangunan yang berserakan di jalan.
Seorang pejabat kepolisian Kerbala mengatakan, 17 orang tewas dalam pemboman itu. Sejumlah petugas departemen kesehatan mengatakan, 45 orang yang terluka dirawat di rumah sakit utama Kerbala, dan 25 orang lagi dikirim ke sebuah rumah sakit di kota berdekatan Hilla.
Mohammed al-Moussawi, ketua Dewan Provinsi Kerbala, menuduh cabang Al-Qaida bertanggung jawab atas serangan itu. Kerbala, kota suci Syiah yang terletak 80 kilometer sebelah baratdaya Baghdad, sering diserang di masa silam oleh gerilyawan Sunni dengan sasaran peziarah Syiah yang mendatangi tempat suci di kota itu.