REPUBLIKA.CO.ID,DUBAI--Al-Qaidah di Semenanjung Arab (AQAP) hari Senin mengkonfirmasi kematian tokoh militan Yaman-AS Anwar al-Awlaqi dalam serangan udara AS pada 30 September, kata kelompok pemantau intelijen yang berpusat di AS, SITE. "Kami mengkonfirmasi kepada umat jihad yang bangkit melawan penindasan kematian syahid pahlawan mujahid Syeikh Abu Abdul Rahman Anwar bin Nasser al-Awlaqi," kata SITE mengutip pernyataan AQAP di forum jihad.
"Ia mati syahid akibat pemboman yang direncanakan Amerika, juga rekan-rekannya, Abu Muhsin al-Marbi, Samir Khan, dan Salim al-Marwani, di sebuah daerah antara Marib dan al-Jawf. Semoga Allah mengampuni mereka," kata pernyataan itu.
Awlaqi tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Yaman dan Presiden AS Barack Obama menyebut kematiannya sebagai "pukulan besar" bagi jaringan Al-Qaidah. AQAP berjanji akan membalas kematian Awlaqi, kata pernyataan itu.
"Ada pahlawan-pahlawan di belakangnya yang tidak tidur di tengah penindasan, dan mereka akan segera membalas, dengan izin dari Allah," kata pernyataan itu, dengan mengingatkan bahwa kelompok jihadis sedang berperang dengan AS dan akan mencapai kemenangan.
Intelijen AS yakin bahwa Awlaqi memiliki hubungan dengan seorang mayor angkatan darat AS yang dituduh menembak mati 13 orang di Fort Hood, Texas, dan dengan seorang mahasiswa Nigeria yang dituduh berusaha meledakkan sebuah pesawat penumpang AS pada 25 Desember 2009. Awlaqi juga diyakini sebagai pemimpin operasi eksternal AQAP di Yaman.
Yaman adalah negara leluhur almarhum pemimpin Al-Qaidah Osama bin Laden dan hingga kini masih menghadapi kekerasan separatis di wilayah utara dan selatan. Yaman Utara dan Yaman Selatan secara resmi bersatu membentuk Republik Yaman pada 1990 namun banyak pihak di wilayah selatan, yang menjadi tempat sebagian besar minyak Yaman, mengatakan bahwa orang utara menggunakan penyatuan itu untuk menguasai sumber-sumber alam dan mendiskriminasi mereka.
Negara-negara Barat, khususnya AS, semakin khawatir atas ancaman ekstrimisme di Yaman, termasuk kegiatan Al-Qaida di Semenanjung Arab (AQAP). Negara-negara Barat dan Arab Saudi, tetangga Yaman, khawatir negara itu akan gagal dan Al-Qaida memanfaatkan kekacauan yang terjadi untuk memperkuat cengkeraman mereka di negara Arab miskin itu dan mengubahnya menjadi tempat peluncuran untuk serangan-serangan lebih lanjut.
Yaman menjadi sorotan dunia ketika sayap regional Al-Qaidah AQAP menyatakan mendalangi serangan bom gagal terhadap pesawat penumpang AS pada Hari Natal. AQAP menyatakan pada akhir Desember 2009, mereka memberi tersangka warga Nigeria "alat yang secara teknis canggih" dan mengatakan kepada orang-orang AS bahwa serangan lebih lanjut akan dilakukan.
Para analis khawatir bahwa Yaman akan runtuh akibat pemberontakan Syiah di wilayah utara, gerakan separatis di wilayah selatan dan serangan-serangan Al-Qaidah. Negara miskin itu berbatasan dengan Arab Saudi, negara pengekspor minyak terbesar dunia. Selain separatisme, Yaman juga dilanda penculikan warga asing dalam beberapa tahun ini.