Senin 17 Oct 2011 09:36 WIB

Rusuh, 60 Pegawai Penjara Venezuela Disandera Tahanan

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS - Sekitar 60 pegawai sebuah penjara di Venezuela telah disandera oleh para tawanan yang meminta dipindahkan, kata pemerintah dan kelompok hak asasi Window of Freedom, Ahad (16/10)

"Ada lebih kurang 60 orang, pekerja penjara, yang telah disandera sejak Jumat siang oleh sekelompok tawanan" di penjara Minima di negara bagian Carabobo, kata koordinator kelompok LSM pemantau penjara itu, Carlos Nieto, pada AFP.

Satu wawancana dengan Menteri Perbaikan Iris Varela telah disiarkan pada Ahad di televisi Venezuela, tapi menteri itu tidak membicarakan situasi di Minima. Direktur tawanan regional, Reinaldo Rangel, bagaimanapun memastikan dalam wawancara dengan saluran swasta Globovision bahwa "krisis" telah terjadi di penjara tersebut, dan bahwa pemerintah sedang mengusahakan dialog dengan para tawanan.

Penjara-penjara Venezuela telah diganggu oleh kekerasan dan kepadatan yang berlebihan, serta para tawanan bersenjata yang tidak luar biasa. Pada Juli, pemerintah Venezuela telah menumpas pemberontakan brutal sebulan lamanya di sebuah penjara yang terkenal karena buruknya di dekat Caracas. Tapi operasi itu tak dilaukan sebelum sekitar 30 tawanan tewas.

Nieto mengatakan para tawanan itu "minta pemindahah mereka kembali ke penjara awal mereka", setelah dibawa ke fasilitas di Carabobo dalam beberapa bulan belakangan ini. Ia mengatakan pemerintah telah memenuhi permintaan tawanan dan membolehkan pemindahan, tapi seorang staf masih ditahan sebagai sandera saat para tawanan itu meminta pemindahan lagi.

Varela, yang memimpin sebuah kementerian yang baru dibentuk pada Juli lalu di tengah pemberontakan besar-besaran di dekat Caracas itu, mengatakan pemerintah telah meningkatkan perang terhadap para "mafia" yang telah lama menimbulkan kekerasan di fasilitas-fasilitas tahanan di negara itu dan mendorong rencana untuk melucuti senjata tawanan.

Menurut data resmi, ke 34 penjara di negara itu telah menampung sekitar 50.000 tawanan, meskipun kapasitas semua penjara itu hanya untuk 14.000 tawanan, kepadatan yang umum terjadi di penjara-penjara di seluruh dunia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement