Selasa 25 Oct 2011 13:14 WIB

Human Right Watch: Libya Jadi Ladang Pembantaian Loyalis Qaddafi

Pemuda Libya mengacungkan jari tangan tanda kemenangan ketika melintas di depan gedung Al-Ajaylat yang kini dikuasai pemberontak, sekitar 120 kilometer barat Tripoli, Libya.
Foto: AP
Pemuda Libya mengacungkan jari tangan tanda kemenangan ketika melintas di depan gedung Al-Ajaylat yang kini dikuasai pemberontak, sekitar 120 kilometer barat Tripoli, Libya.

REPUBLIKA.CO.ID, SIRTE - Human Rights Watch (HRW) memperingatkan sebuah tren baru di Libya, yaitu pembunuhan, penjarahan, dan pelanggaran lainnya oleh mereka yang telah berjuang melawan Qaddafi. Sasarannya, adalah kaum yang diketahui loyal terhadap mantan diktator itu.

HRW mengatakan telah menemukan 53 mayat membusuk, tampaknya adalah loyalis Qaddafi, di Sirte. Ada indikasi mereka mungkin telah dieksekusi oleh pasukan revolusioner. Buktinya, mayat yang ditemukan di halaman hotel Mahari, misalnya, tewas dengan tangan masih terikat ke belakang.

Penliti HRW, Peter Bouckaert, mengatakan hotel itu berada di bawah kendali pejuang NTC dari Misrata sebelum pembunuhan terjadi. Kondisi mayat menyisyaratkan mereka dibunuh antara tanggal 15 - 19 Oktober. Noda darah di rumput menunjukkan bahwa beberapa ditembak dan tewas di tempat mereka ditemukan.

"Ini pembantaian terbaru tampaknya bagian dari tren pembunuhan, penjarahan, dan pelanggaran lainnya yang dilakukan oleh kubu anti-Qaddafi bersenjata," Bouckaert mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Pejuang NTC di Misrata, sebuah kota yang telah dikepung oleh pasukan Qaddafi selama berminggu-minggu awal tahun ini, tidak berkomentar atas temuan ini.

Sebelumnya, NTC memerintahkan penyelidikan atas kematian Qaddafi setelah tekanan internasional untuk memeriksa kabut yang menyelimuti sebab kematiannya.

sumber : Al Jazeera
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement