REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Warga negara AS-Israel Ilan Grapel, yang telah ditahan di Mesir dengan tuduhan mata-mata, telah tiba di perbatasan Taba dengan Israel, sebelum pertukaran tahanan yang akan membebaskan 25 warganegara Mesir, demikian laporan TV resmi Mesir.
Beberapa sumber keamanan Israel mengatakan kepada AFP, mereka tak memiliki keterangan mengenai Grapel dibawa ke perbatasan dan masih menduga dia akan diterbangkan ke Tel Aviv dengan disertai oleh beberapa wakil Israel.
Media Israel telah mengatakan Grapel, yang ditangkap empat bulan lalu di Kairo, akan diterbangkan dari ibu kota Mesir ke Tel Aviv. Mereka melaporkan, Grapel diperkirakan mendarat di Tel Aviv sekitar pukul 18:00 (23:00 WIB) dan kemudian direncanakan dibawa ke Jerusalem untuk bertemu sebentar dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelum terbang ke New York.
Sebelumnya, satu iring-iringan kendaraan, termasuk mobil lapis baja, menyeberangi perbatasan Mesir ke dalam wilayah Israel, kata koresponden AFP.
Tahanan Mesir itu, semuanya dihukum karena menyelundupkan senjata atau narkotika, atau menyusup ke dalam wilayah Israel secara gelap, sudah dipindahkan ke satu penjara di Beer Sheva, kata wanita juru bicara layanan penjara Israel Sivan Weizman kepada AFP.
Grapel ditangkap pada 12 Juni dan didakwa oleh penguasa militer Mesir sebagai agen mata-mata dinas intelijen Mossad di Israel dan menebar pergolakan sektarian selama aksi perlawanan yang menggulingkan presiden Hosni Mubarak pada Februari.
Israel dengan tegas telah membantah tuduhan tersebut, dan berkeras semuanya adalah keliru dan balik menuduh pemerintah Mesir "berperilaku aneh".