REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR-- Pihak berwenang maritim Malaysia menyelamatkan satu kapal tangki dan satu kapal kecil lainnya yang dibajak dalam serangan perompak terbaru di Laut China Selatan, kata para pejabat.
Kapal tangki yang mengangkut minyak dan gas seharga 4,6 juta dolar AS dibajak, Kamis, di Selat Singapura, kata Sayed Mohamad Fuzi Syed Hasan, direktur operasi regional Badan Penegakan Maritim Malaysia.
Pihak berwenang mengetahui keberadaan kapal MV Nautica Johor Bahru berbendera Malaysia itu di lepas pantai timur negara itu, Jumat setelah satu peringatan dari perusahaan pelayaran itu bahwa kapal tersebut tidak dapat dihubungi lagi.
Kapal-kapal angkatan laut Malaysia dan Indonesia berhasil mencegat kapal itu di perairan Indonesia kendatipun para perompak, sekitar 10 orang bersenjatakan pistol dan golok lari dengan menggunakan satu kapal cepat, kata Syed Mohamad Fuzi.
Tidak seorangpun dari 19 awaknya cedera tetapi barang-barang milik mereka dicuri. Kapal itu sedang dalam perjalanannya dari semenanjung Malaysia ke Kalimantan, katanya.
Sementara itu, pihak berwenang juga menyelamatkan sebuah kapal kecil dengan dua awak mengangkut minyak sawit seharga delapan juta ringgit, Kamis di lepas pantai Malaysia selatan, kata komandan badan penegakan maritim regional Zulkifli Abu Bakar.
Kapal itu dibajak dari sebuah kapal nelayan di perairan Indonesia Rabu ketika sedang dalam perjalanan dari Kalimantan menuju semenanjung Malaysia, katanya. Enam perompak brrsenjata meninggalkan kapal kecil itu, agaknya untuk membajak kapal tunda lainnya.
Pada Juni pusat itu mengeluarkan satu peringatan pada kapal-kapal yang melewati Laut China Selatan yang berbatasan dengan Malaysia, Indonesia dan Singapura setelah satu serangan mendadak.
Pengadilan Malaysia bulan lalu menghukum enam warga Indonesia masing-masing 10 tahun penjara dan hukuman cambuk karena berusaha merampok sebuah kapal niaga September di lepas pantai selatannya dekat Singapra.