Senin 31 Oct 2011 06:44 WIB

Al-Shahaab Sebut Warga AS sebagai Pelaku Bom Bunuh Diri di Mogadishu

REPUBLIKA.CO.ID, MOGADISHU - Kelompok garis keras Al-Shabaab hari Minggu menyebut seorang warga negara AS keturunan Somalia sebagai salah satu dari dua pelaku pemboman bunuh diri di sebuah pangkalan militer pro-pemerintah di Mogadishu.

Sejumlah stasiun radio menyiarkan apa yang mereka sebut pesan terakhir dari Abdusalam al-Muhajir, yang mengatakan bahwa ia "ingin menjadi syuhada" setelah menghabiskan waktu dua tahun terakhir untuk berjuang bersama gerilyawan tersebut.

"Saya seorang warga negara Amerika yang dibesarkan di AS setelah orang tua saya membawa saya ke sana ketika berusia dua tahun," katanya dalam pesan itu, yang disiarkan sehari setelah serangan terhadap pangkalan Uni Afrika di ibu kota Somalia tersebut.

Pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika (AMISOM) di Mogadishu mengeluarkan sebuah pernyataan setelah serangan itu yang mengatakan, "Pasukannya memukul balik serangan teroris yang terkait dengan Al-Qaida terhadap salah satu posisi mereka di daerah pinggiran kota itu."

Pernyataan itu tidak menyebutkan jumlah korban dalam serangan itu.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Sabtu, Al-Shabaab mengklaim membunuh 80 prajurit Uganda dalam pertempuran yang berlangsung dua jam.

Uganda dan Burundi adalah pemasok 9.000 prajurit AMISOM yang kini ditempatkan di Somalia, yang bertugas melindungi pemerintah sementara Somalia.

Al-Shabaab menarik diri dari Mogadishu pada Agustus namun memperingatkan, mereka akan melancarkan serangan-serangan gerilya ke kota pesisir itu seperti pemboman mobil bunuh diri dan serangan pembunuhan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement