REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSEL - Pakta pertahahan Atlantik Utara NATO bersedia untuk membantu membangun kembali Libya. Hal itu disampaikan Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen dalam sebuah konperensi pers Kamis (3/11).
Misi NATO di negara Afrika Utara itu resmi berakhir pada Senin (31/10). Menurut Rasmussen misi NATO tersebut merupakan misi yang paling berhasil.
"Tawaran NATO itu tentunya harus disetujui dahulu oleh pemerintah peralihan Libia NTC," tegas Rasmussen.
Sejauh ini NATO belum menerima permintaan resmi. "NATO antara lain bisa membantu untuk membangun kementrian pertahanan," kata sekjen NATO tersebut.
sumber : RNW
Advertisement