Kamis 24 Nov 2011 07:34 WIB

16 Mayat Gosong Tergelepak di Dua Mobil di Meksiko Barat-Laut

REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY - Sebanyak 16 mayat yang terbakar ditemukan di dua kendaraan terpisah di kota Culiacan, Meksiko barat-laut, demikian laporan media lokal, Rabu (23/11).

Kumpulan mayat pertama ditemukan di bagian tengah Culiacan, ibu kota negara bagian Sinaloa, sekitar pukul 06:00 waktu setempat (19:00 WIB) Rabu, ketika satu truk Nissan terbakar.

Setelah memadamkan api, petugas pemadam dan polisi menemukan 12 mayat yang terbakar di dalam truk tersebut. Semua mayat itu ditemukan di dalam kota kayu yang tertutup.

Sekitar 10 menit kemudian, seorang penelefon yang tak menyebutkan namanya memberitahu polisi kotapraja mengenai keberadaan truk kedua, di dekat pusat pertokoan di luar utara Culiacan. Di dalam truk itu ditemukan empat mayat lagi.

Menurut laporan awal, di antara korban terdapat tiga polisi kotapraja dan istri salah seorang dari mereka, demikian laporan Xinhua.

Marco Antonio Higuera Gomez, jaksa negara bagian Sinaloa, memberitahu media setempat semua yang tersebut ditemukan dalam keadaan tangan terborgol dan sebagian dari mereka diduga memiliki hubungan dengan kesembilan orang yang dilaporkan hilang pada Senin (21/11) di kota kecil Agostura, sebelah utara Sinaloa.

Semua mayat itu telah dibawa ke Dinas Forensik Medis untuk pengidentifikasian resmi. Higuera Gomez mengatakan kedua peristiwa tersebut mungkin telah dilakukan oleh kelompok yang sama dan polisi lokal sedang mengumpulkan gambar dari kamera pengawasan di pintu ke luar kota itu untuk mengidentifikasi para penjahat.

Sinaloa menjadi tempat kartel utama narkotika yang mamiliki nama yang sama dengan nama kota tersebut, yang telah memerangi kartel narkotika Beltran Leyva sejak kartel itu pecah pada 2008. Sudah biasa buat kartel narkotika untuk menangkap satu orang atau lebih tanpa meminta tebusan, dan semua korban akan ditemukan tewas beberapa hari kemudian.

Lebih dari 40.000 orang telah tewas dalam kerusuhan yang berkaitan dengan narkotika di Meksiko sejak Presiden Felipe Calderon melancarkan "perang melawan kejahatan terorganisir" pada 2006.

sumber : Antara/Xinhua-OANA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement