Senin 12 Dec 2011 14:33 WIB

Sopir NATO Tewas, Tankernya Dibakar

REPUBLIKA.CO.ID, QUETTA - Sejumlah pria bersenjata membunuh seorang sopir truk NATO dan membakar tujuh tanker yang membawa minyak untuk pasukan Barat di Afghanistan. Ini adalah serangan  kedua di Pakistan barat daya dalam tempo kurang dari seminggu, kata polisi, Senin.

Konvoi itu diserang saat kembali ke kota pelabuhan Karachi dari perbatasan Afghanistan, di mana Pakistan menutup pasokan NATO pada 26 November setelah NATO melakukan serangan udara menewaskan 24 tentara Pakistan.

Pria-pria bersenjata itu menyerang di Kota Dadar, di Kabupaten Bolan, sekitar 90 kilometer (56 mil) barat daya Kota Quetta, ibu kota Provinsi Baluchistan, kata polisi.

"Sekitar delapan orang bersenjata dengan sepeda motor mendekati konvoi di Kabupaten Bolan, memerintahkan untuk berhenti dan mulai menembaki tanker," kata pejabat senior polisi lokal Inayat Bugti kepada wartawan.

"Seorang pengemudi dari salah satu truk tanker juga terkena peluru dan terbunuh langsung. Para penyerang kemudian membakar mobil-mobil tanker itu dan kemudian kabur.

Tidak ada kelompok yang sejauh ini menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi Taliban di masa lalu telah mengatakan bahwa mereka melakukan serangan seperti itu untuk mengacaukan pasokan 140.000 pasukan internasional yang dipimpin AS berperang di Afghanistan.

Kamis lalu, sejumlah pria bersenjata menghancurkan sedikitnya 34 truk dengan sebuah senapan dan serangan roket di terminal truk sementara NATO di Quetta. Serangan 26 November membuat hubungan yang rapuh Pakistan-AS ke tingkat terendah terbaru.

Pada Ahad, para pejabat Pakistan mengatakan personel AS telah meninggalkan pangkalan udara Shamsi di Baluchistan, yang mereka perintahkan untuk mengosongkan setelah serangan mematikan itu.

Pangkalan udara secara luas dilaporkan sebagai pusat penyimpanan pesawat rahasia tak berawak CIA yang menargetkan pada Taliban dan Al -Qaida di bumi Pakistan.

Pakistan memblokade perbatasan, jalur penting pasokan AS ke Afghanistan, memasuki hari ke-17 pada Senin, merupakan penutupan terlama dari perang 10-tahun tanpa ada tanda-tanda pembukaan kembali perbatasan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement