Jumat 13 Jan 2012 13:23 WIB

Pertemuan Palestina-Israel Belum Tentu Bawa Perdamaian

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Presiden Palestina Mahmud Abbas pada Kamis (12/1) menekankan bahwa pertemuan Palestina-Israel yang diselenggarakan Yordania harus menciptakan landasan bersama untuk memulai kembali perundingan perdamaian. "Pertemuan di Yordania belum membuahkan hasil apapun sejauh ini," kata Abbas pada pertemuan Dewan Penasehat Fatah di Ramallah, seperti dalam laporan Xinhua yang dikutip Antara, Jumat (13/1).

Dia mengatakan bahwa akan ada lagi pertemuan antara perunding Palestina dan Israel di Amman pada 25 Januari, dan menekankan bahwa pertemuan itu tidak dapat dianggap sebagai perundingan perdamaian. Abbas juga mencatat bahwa ia mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, selama pembicaraan telepon pada Senin, bahwa pihak Israel tidak menghadirkan solusi baru.

Presiden Palestina menambahkan bahwa komite, yang terdiri dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan gerakan Fatah, akan menentukan pilihan masa depan jika pertemuan di Yordan gagal untuk membawa kedua belah pihak kembali ke meja perundingan.

Perunding Palestina dan Israel mengadakan dua putaran pertemuan pada awal bulan ini di ibu kota Yordania, Amman untuk membicarakan kemungkinan melanjutkan perundingan damai yang dihentikan pada Oktober 2010, empat pekan setelah dimulai.

Pertemuan itu diselenggarakan di bawah naungan Yordania dan Kuartet internasional untuk perdamaian Timur Tengah, kelompok yang terdiri Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Rusia. Palestina dan Israel diinginkan untuk melanjutkan perundingan perdamaian sebelum akhir batas waktu yang ditetapkan oleh Kuartet Timur Tengah yang akan berakhir pada 26 Januari.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement