REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT - Liga Arab menyatakan belum ada rencana untuk melakukan intervensi militer di Suriah.
"Tidak ada perintah resmi untuk mengirim pasukan Arab ke Suriah pada saat ini," kata perwakilan Liga Arab, sebagaimana dilansir Reuter, Senin (16/1).
"Belum ada perjanjian baik negara Arab atau non-Arab untuk intervensi militer di Suriah,”katanya.
Sebelumnya, Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani menyerukan intervensi militer di Suriah. “Dalam situasi seperti itu untuk menghentikan pembunuhan, pasukan militer harus masuk ke Suriah untuk menghentikan pembunuhan," kata Al Thani, pemimpin pertama dari negara Arab yang mendukung intervensi di Suriah.
Cina dan Rusia juga telah memblokir setiap tindakan terhadap Suriah oleh Dewan Keamanan PBB. Amerika Serikat, Uni Eropa dan Liga Arab pun telah mengumumkan sanksi ekonomi, meskipun tidak jelas apakah langkah-langkah tersebut akan dilaksanakan.
Sementara Turki, memberlakukan sanksi terhadap Suriah setelah lama meminta kekerasan dihentikan. Adapun Menteri Luar Negeri Inggris William Hague berharap sanksi lebih lanjut tentang Suriah bisa disepakati dalam 10 hari mendatang atau lebih.