Senin 16 Jan 2012 17:04 WIB

Bom Mobil Irak Tewaskan 7 Sekte Kurdi

REPUBLIKA.CO.ID, MOSUL -- Sebuah bom mobil meledak di kamp pengungsi kelompok minoritas kecil, dekat kota utama Irak utara, Mosul, Senin (15/1) pukul 08.00 waktu setempat di Kota Bartala, Provinsi Nineveh, Utara Baghdad. Ledakan bom bunuh diri itu, kata seorang perwira militer dan petugas medis di Rumah Sakit Umum Mosul, terjadi di dalam kamp perumahan para pengungsi masyarakat Shabak, Al-Ghadir, satu sekte asal Kurdi.

Peristiwa itu, kata pejabat tersebut seperti diberitakan AFP dan dikutip Antara, Selasa (16/1) sore, telah menewaskan tujuh orang dan melukai empat warga lainnya. Kedua pejabat itu menyampaikan informasi tersebut dengan syarat tidak disebutkan jatidirinya.

Petugas medis mengatakan bahwa perempuan dan anak-anak ada di antara korban jiwa. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut. Hanya, menurutnya, beberapa warga yang terluka telah dipindahkan ke rumah sakit di daerah Kurdi, di dekat ibu kota Arbil.

Jumlah komunitas Shabak sekitar 30 ribu orang yang tinggal di 35 desa di Niniwe, dan banyak di antara mereka yang ingin menjadi bagian dari wilayah otonomi Kurdi, Irak utara. Mereka berbicara bahasa yang berbeda dan sebagian besar mengikuti kepercayaan campuran Syiah Islam dan kepercayaan lokal.

Masyarakat di sana dianiaya di bawah diktator Irak yang digulingkan, Saddam Hussein. Setelah invasi yang dipimpin Amerika Serikat pada 2003 terhadap Irak, mereka seringkali menjadi target penyerangan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement