REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Suriah menerima keputusan Liga Arab yang akan memperpanjang misinya untuk satu bulan ke depan. Namun mereka tetap menolak misi perluasan tinjauan yang dilakukan Liga Arab.
Sementara itu, Obama akan meningkatkan tekanan internasional agar Pemimpin Suriah Bashar al-Assad mundur.
“Hasil dari kontak yang dilakukan minggu lalu antara Suriah dan Liga Arab memperlihatkan Suriah tidak menolak pembaruan misi pengawas Arab untuk satu bulan lagi,” ujar sumber dari Liga Arab, Rabu (18/1).
Liga Arab harus memilih antara menarik 165 pasukannya atau membiarkannya tetap di Suriah walaupun Damaskus belum mengimplementasikan rencana damai yang disetujui pada 2 November. Para Menlu Arab pun akan mendiskusikan masa depan Liga pada 22 Januari 2012 mendatang.
Rencana damai Arab mengharuskan Suriah menghentikan pertikaian, menarik tentara, membebaskan tahanan, memberikan akses pada pemonitor dan media, serta melakukan perbincangan dengan pasukan oposisi. Pemimpin oposisi senior mengatakan, pasukan Suriah yang berperang melawan pemberontak di Zabadani bersedia melakukan gencatan senjata.
Kepala tentara pemberontak meminta Liga Arab pergi karena mereka telah gagal membendung kekerasan pada pemrotes yang ingin menggulingkan Assad. Pemimpin Tentara Kebebasan Suriah, Riad al-Assad, mengatakan pihaknya menghormati dan menghargai Liga Arab.
“Kami meminta agar mereka menyerahkan masalah pada Dewan Keamanan PBB,” ujar Assad.
Walaupun perpanjangan misi pemonitoran diterima, Suriah menolak misi perluasan tinjauan yang dilakukan Liga Arab. Perubahan dalam misi seperti militerisasi atau investigasi kekerasan HAM dibutuhkan perjanjian yang baru. Qatar bermaksud untuk mengirimkan pasukan Arab ke Suriah. Tindakannya yang berani itu ditolak Menlu Suriah.