Rabu 18 Jan 2012 19:44 WIB

Rusia: Serangan Militer ke Iran Hanya Bikin Malapetaka

Rep: Antara/AFP/ Red: Djibril Muhammad
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov
Foto: Telegraph.co.uk
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW - Rusia, Rabu (18/1) memperingatkan bahwa serangan militer terhadap Iran merupakan satu 'malapetaka' dengan konsekuensi sangat hebat yang berisiko meningkatkan ketegangan antara kelompok Sunni dan Syiah.

"Jika peluang-peluang malapetaka ini terjadi, anda harus menanyakan pada mereka yang secara tetap menyebut itu sebagai satu opsi yang ada di meja," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov ketika ditanya peluang-peluang aksi militer.

Lavrov memperingatkan akan konsekuensi-konsekuensi sangat besar dari serangan yang ia peringatkan akan memicu krisis pengungsi regional dan menimbulkan ketegangan antar-masyarakat di kawasan itu.

"Saya tidak meragukan pada kenyataan bahwa itu hanya akan meningkatkan konflik Syiah-Sunni yang masih membara. Dan saya tidak tahu di mana reaksi berantai itu akan berahir.

Ia menambahkan bahwa sanksi-sanksi hukuman yang bertujuan untuk memperoleh Iran lebih transparansi telah melelahkan "mereka sendiri dan hanya merusak peluang-peluang perdamaian.

Sanksi-sanksi sepihak tambahan terhadap Iran berpengaruh pada usaha untuk meyakinkan komitmen pemerintah itu pada larangan penyebaran nuklir," kata Lavrov kepada wartawan dalam satu taklimat tahunan menjelaskan pandangan kebijakan luar negeri Rusia.

Komentarnya itu diucapkan ketika para diplomat Uni Eropa mendekati embargo penuh minyak pada Juli yang membuat negara negara-negara seperti Italia yang sangat tergantung pada pasokan minyak Iran dapat menyesuaikan diri.

Lavrov mengatakan Rusia yakin Iran siap bekerja sama lebih dekat dengan para pemeriksa dari badan tenaga atom internasional (IAEA) dan siap bagi "perudingan-perundingan serius" dengan Barat.

Ia juga mengisyaratkan bahwa Eropa dan Amerika Serikat memberlakukan tindakan-tindakan mereka dengan tujuan khusus menghambat perundingan-perundingan putaran baru.

"Iran sekarang menunggu satu delegasi IAEA agar mereka dapat membicarakan masalah-masalah yang serius. Jadi sanksi-sanksi yang kini diberlakukan Uni Eropa dapat menyulitkan perbaikan suasana atau membuat perundingan-perundingan produktif," kata Lavrov.

"Semua kemungkinan sanksi yang dapat mempengaruhi sikap Iran dalam bidang nuklir atau kerja samanya dengan IAEA melelahkan," kata Lavrov.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement