REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO - Anak tertua Kim Jong Ill, Kim Jong Nam berharap adik tirinya Kim Jong Un melakukan reformasi di Korea Utara. Keinginan Jong Nam terungkap dalam buku 'Bapakku Kim Jong Ill dan Aku', yang ditulis seorang wartawan Jepang, Yoji Gumi.
Dalam buku yang baru akan dipasarkan minggu ini, Jong Nam mengatakan, negaranya bisa mengalami kebangkrutan apabila tidak segera melakukan reformasi ekonomi.
Jong Nam percaya, Korea Utara harus segera mengikuti langkah Cina yang berani melakukan reformasi ekonomi. Hal ini agar impian sang ayah menyejahterakan Korea Utara bisa lekas terwujud. Tanpa adanya reformasi dan liberalisasi, maka keruntuhan ekonomi Korea Utara tinggal menunggu waktu.
"Namun di sisi lain reformasi juga mengundang bahaya bagi rezim," ujar Gomi.
Buku ini merupakan kumpulan wawancara via email dengan Jong Nam selama delapan tahun dan tujuh jam wawancara. Gomi mengaku bertemu Jong Nam secara kebetulan di Beijing pada 2004. Dalam pertemuan singkat itu, keduanya berbincang seputar kehidupan Jong Nam bersama sang ayah.
"Buku ini ditulis dari 150 email dan wawancara tujuh jam pada tahun lalu," ujar Gomi seperti dilansir Associated Press, Jum'at (20/1).
Kim Jong Nam “lolos” sebagai pewaris tahta salah satunya lantaran ketahuan berusaha masuk Jepang dengan paspor palsu. Ironisnya hal tersebut dilakukan Kim Jong Nam hanya untuk mengunjungi Disney Land di Tokyo. “Dia sekarang menghabiskan banyak waktunya di Daratan Cina atau di pusat perjudian Cina, Makau,” kata Gomi.