REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD - Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal, Ashfaq Parvez Kayani setuju tetap memblokir pasokan NATO ke Afghanistan sampai parlemen mengambil keputusan.
Menurut laporan koran lokal The Nation, Zardari dan Kayani bertemu di Wisma Presiden di Islamabad pada Jumat (20/1) sore dan membahas hubungan keamanan dengan Amerika Serikat dan pasukan NATO dalam skenario pasca serangan lintas-perbatasan.
Pakistan menutup jalur suplai bagi pasukan NATO di Afghanistan pada November tahun lalu setelah serangan NATO pada dua pos perbatasan Pakistan, yang menewaskan 24 tentara.
Baik Zardari dan panglima militer menyatakan kepuasan mereka atas cara Komite Parlemen tentang Keamanan Nasional yang terlibat dalam mempersiapkan rekomendasi kebijakan.
Pada Jumat, Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani juga mengatakan kepada media bahwa Komite Keamanan Nasional Parlemen akan memutuskan tentang pemulihan jalur pasokan NATO.
Menurut laporan media, hampir 70 persen dari pasokan NATO ke Afghanistan dikirim melalui jalan darat dari Pakistan. Pasokan NATO ke Afghanistan pertama kali dikirim ke kota pelabuhan selatan Pakistan Karachi dan kemudian diangkut ke Afghanistan untuk sekitar 140 ribu anggota pasukan NATO di Afghanistan melalui dua pos pemeriksaan perbatasan, melewati jalan darat dari Pakistan.