REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Myanmar dituding tengah berusaha untuk mendapatkan senjata nuklir dari Korea Utara (Korut). Bantahan keras ini disampaikan Presiden Myanmar Thein Sein dalam pidato yang dipublikasikan AFP, Selasa (31/1) dan dipantau Antara. Menurut Thein Sein, tudingan tersebut tidak berdasar.
"Kami tidak memperoleh senjata nuklir dari Korea Utara. Tuduhan-tuduhan ini tidak berdasar dan hanya berdasarkan kecurigaan oleh beberapa negara barat," katanya seperti dikutip Straits Times saat kunjungan kenegaraannya yang berlangsung empat hari ke Singapura.
Sebelumnya, ada laporan PBB tahun 2010 yang melarang Pyongyang untuk memasok senjata nuklir dan senjata balistik kepada Myanmar, Iran, dan Suriah. Dalam kunjungan bersejarah ke Myanmar pada Desember 2011, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton menyerukan agar Myanmar memutuskan hubungannya dengan Pyongyang. Itu ditujukan guna mendorong hubungan baik Myanmar dengan Washington.
Hillaray Clinton mengatakan bahwa Thein Sein menjamin bahwa Myanmar akan mematuhi resolusi PBB di mana ekspor senjata dari Korea Utara dilarang. Jaminan terbaru pemimpin tersebut muncul di tengah gerakan reformasi politik di Myanmar, yang telah mengejutkan pengamat internasional, meskipun Barat menuntut perubahan lebih dalam.