Rabu 01 Feb 2012 23:23 WIB

Clinton: Suriah Bukan Libya

Menteri Luar Negeri AS, Hillary Rodham Clinton.
Foto: AP
Menteri Luar Negeri AS, Hillary Rodham Clinton.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK - Penyelesaian krisis di Suriah, kata Menteri Luar negeri AS, Hillary Clinton, harus hati-hati. Ia menolak penyebutan beberapa negara untuk mengambil tindakan sama seperti yang dilakukan atas Libya. "Saya tahu bahwa beberapa anggota di sini mungkin prihatin bahwa Dewan Keamanan sedang bergerak menuju sebuah Libya," katanya. "Itu adalah analogi yang salah."

Berbicara di Dewan Keamanan PBB, ia mengatakan, "Ini adalah saatnya bagi masyarakat internasional untuk mengesampingkan perbedaan dan mengirim pesan yang jelas untuk memberi dukungan kepada orang-orang Suriah."

Hillary mendesak Dewan Keamanan untuk mengadopsi rencana Liga Arab untuk mengakhiri kekerasan di Suriah. Ia mengatakan akan berbeda dari upaya PBB untuk menenangkan Libya.

Liga Arab menyerukan Presiden Suriah Bashar Assad untuk mentransfer kekuasaan kepada wakilnya untuk mempersiapkan pemilu.

Nabil Elaraby, pimpinan Liga Arab, meminta Dewan Keamanan untuk mengambil 'tindakan yang cepat dan tegas' di Suriah, Reuters melaporkan.

"Harapan orang-orang Suriah adalah di tangan Anda," ujar Sheikh Hamad Bin Jassem bin Jabr Al Thani, salah satu wakil Liga Arab. Ia meminta mereka untuk mengadopsi resolusi, berdasarkan rencana perdamaian Liga Arab bagi negara itu. "Ini adalah bagian dari tanggung jawab Anda di bawah Piagam (PBB)," katanya.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement