REPUBLIKA.CO.ID, DOHA - Hamas dan Fatah sepakat segera mengadakan pemilihan umum presiden dan parlemen Palestina. Kesepakatan tersebut merupakan hasil pertemuan Hamas-Fatah di ibu kota Qatar, Doha, Ahad (5/2) waktu setempat.
Presiden Palestina, Mahmud Abbas, dan pemimpin Hamas, Khaled Meshaal, bertemu untuk menjajaki pembentukan pemerintah sementara Palestina. Pemerintah yang akan mempersiapkan pemilu dan membahas pelaksanaan perjanjian rekonsiliasi.
"Kami menyetujui pentingnya menyelenggarakan pemilihan umum dalam waktu segera... dan menghilangkan rintangan-rintangan yang bisa menunda pemungutan suara," kata juru bicara Fatah, Azzam al-Ahmad, yang hadir mendampingi Abbas di Doha.
Azzam mengatakan bahwa perundingan yang dituan-rumahi oleh Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani, itu berlangsung positif. Kedua pihak menyetujui semua masalah utama menyangkut perjanjian rekonsiliasi. Salah satunya termasuk pembentukan pemerintah sementara yang terdiri dari kalangan independen.
Menurut sebuah pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Qatar QNA, kedua pihak juga membahas perundingan perdamaian yang macet dengan Israel.