Senin 06 Feb 2012 09:55 WIB

Serangan Bom di Afghanistan Tewaskan Sembilan Orang

Presiden Afghanistan, Hamid Karzai
Foto: AP
Presiden Afghanistan, Hamid Karzai

REPUBLIKA.CO.ID, KANDAHAR -- Sembilan orang tewas, Ahad (5/2) dalam serangan bom mobil bunuh diri di kantor polisi di kota Kandahar, kota lahirnya gerakan pejuang Taliban di Afghanistan Selatan. Menurut pejabat di kantor kepresidenan Afghanistan, tujuh polisi termasuk di antara korban yang tewas dalam ledakan itu. Selain itu, ada 19 orang cedera.

"Siang hari ini (sekitar pukul 14.30 WIB), seorang penyerang bunuh diri meledakkan mobilnya yang berisi bom di satu distrik di Kandahar," kata kementerian dalam negeri dalam sebuah pernyataan. Barang-barang toko berserakan di pasar dekat tempat kejadian itu. Tak hanya itu, menurut laporan AFP yang diberitakan Antara, Senin (6/2), serangan itu juga menghancurkan empat mobil polisi dan merusak sejumlah bangunan di sekitarnya.

PResiden Hamid Karzai mengutuk aksi pengeboman ini. "(Bom) ini menyerang daerah-daerah yang terdapat warga sipil. Ini jelas-jelas menunjukkan permusuhan (penyerang) terhadap warga tak berdosa." Aksi tersebut seringkali menyerang polisi dan militer Afghanistan. Kedua lembaga tersebut bertanggung jawab atas keamanan negara setelah penarikan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO pada akhir 2014.

Pada Oktober, Taliban berjanji akan berperang sampai semua pasukan asing meninggalkan Afghanistan. Presiden Hamid Karzai dan negara-negara Barat pendukungnya telah sepakat bahwa semua pasukan tempur asing akan kembali ke negara mereka pada akhir 2014. Namun, berlanjutnya dukungan barat itu dalam bentuk dana dan pelatihan bagi pasukan keamanan Afghanistan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement