REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran mengingatkan bahwa lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman (kelompok 5+1), bukanlah hakim bagi program energi nuklirnya.
Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengatakan, kelompok 5+1 bukanlah badan arbitrase bagi kegiatan nuklir Iran. Menurut dia, hanya Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang dapat memutuskan perkara ini.
Pihaknya menyatakan puas dengan kunjungan delegasi IAEA ke Iran baru-baru ini. Salehi mengakui ada beberapa langkah yang diambil untuk mengatasi perbedaan.
"Kunjungan IAEA harus dilakukan untuk hal-hal yang bersifat teknis dan hukum," tegas Salehi. Kedua belah pihak telah mengadakan dua putaran pembicaraan multifaset di Jenewa, Swiss pada Desember 2010 dan di Istanbul, Turki pada Januari 2011.