REPUBLIKA.CO.ID, MANILA - Gempa kuat yang melanda wilayah tengah Filipina telah menewaskan sedikitnya 13 orang akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan dan rumah. Sementara 29 lainnya masih dinyatakan hilang, sebagaimana dikutip msnbc.com, Selasa (7/2).
"Situasinya sangat buruk, karena jika anda terkubur tanah longsor selama1 jam, 2 jam, bagaimana bisa anda bernafas?" ujar mayor Ernesto.
Gempa bumi berkekuatan 6,8 SR tidak jauh dari Pulau Negros mengakibatkan tanah longsor Guihulngan, sebuah kota berpenduduk 180 ribu jiwa. Para penduduk berhamburan ketika gempa besar tersebut melanda menjelang tengah hari. Gedung dan rumah banyak hancur, dan tanah pun terbelah. Pemerintah Filipina mengumumkan gempa yang berpusat di kedalaman 20 km dekat Pulau Negros tersebut tidak menimbulkan tsunami.