REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA - Liga Arab bermaksud untuk memulai kembali misi pengamatannya di Suriah di mana pasukan pemerintah telah membunuh ribuan warga sipil.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan, pimpinan Liga Arab telah mengatakan kepadanya mengenai rencana untuk menghidupkan kembali misi pemantauan dan meminta kegiatan itu menjadi operasi bersama Liga Arab-PBB.
Liga Arab menunda tugas pengamat di Suriah pada 28 Januari karena kekerasan yang meningkat oleh pasukan Presiden Bashar al-Assad terhadap aksi-aksi protes di kota-kota penting. Banyak negara menarik diri sepenuhny pengamat mereka.
Ban mengatakan, ia berbicara kepada Sekjen Liga Arab Nabil al-Arabi melalui telepon pada Selasa (7/2). "Dia memberitahu saya bahwa dia berniat untuk mengirimkan kembali misi pengamat Liga Arab ke Suriah dan meminta bantuan PBB," kata Ban.
"Lebih lanjut ia menyarankan agar kita mempertimbangkan misi pengamat bersama di Suriah, termasuk utusan khusus bersama," kata Ban
Pemimpin PBB mengatakan, konsultasi-konsultasi akan diselenggarakan dengan para anggota Dewan Keamanan PBB dalam beberapa hari mendatang sebelum menyempurnakan rincian-rincian.
Ban mengecam kegagalan 15-negara anggota dewan keamanan untuk menyetujui resolusi tentang Suriah, dan mengatakan kegagalan itu telah menjadi "bencana" bagi warga di negara itu.