Kamis 09 Feb 2012 14:55 WIB

PBB-Liga Arab Kirim Kembali Tim Pemantau ke Suriah

Seorang gadis Suriah melemparkan salam V (victory/kemenangan) saat menggelar demonstrasi menentang veto Rusia atas Resolusi Dewan Keamanan PBB soal Suriah di Kedubes Rusia di Doha, Qatar, Selasa (7/2).
Foto: AP/Osama Faisal
Seorang gadis Suriah melemparkan salam V (victory/kemenangan) saat menggelar demonstrasi menentang veto Rusia atas Resolusi Dewan Keamanan PBB soal Suriah di Kedubes Rusia di Doha, Qatar, Selasa (7/2).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Liga Arab dan PBB mempertimbangkan mengirim kembali tim pemantau misi ke Suriah. Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-Moon, mengatakan hal tersebut di tengah tindakan kekerasan di Suriah yang semakin memburuk.

Ketua Liga Arab, Nabil Elaraby, meminta bantuan PBB untuk mengatasi kondisi Suriah yang semakin memanas. Liga Arab mengusulkan PBB bersama tim pemantau dan utusan khusus kembali ke Suriah untuk meredam konflik.

Elaraby mengatakan kepada Reuters bahwa tim pemantau dapat kembali dikirim ke Suriah. Tetapi, tim yang baru itu harus dikirim dengan kondisi berbeda dan lebih banyak anggotanya. "Jika kita akan mengirim pemantau, maka tim itu harus lebih kuat dalam jumlah dan peralatan. Mandatnya harus berbeda," katanya.

Sementara, Ban mengatakan PBB siap membantu Liga Arab. Tetapi, dia mengindikasikan PBB belum berencana mengambil keputusan apapun terkait pengiriman kembali tim pemantau ke Suriah. “Elaraby memberitahu saya bahwa dia berniat untuk mengirim pemantau Liga Arab kembali ke Suriah,” kata Ban.

Ban khawatir kekerasan semakin memburuk setelah Rusia dan Cina menveto resolusi Suriah pada Sabtu lalu. Dia menyesalkan sikap Dewan Keamanan yang tidak satu suara dalam mengakhiri pertumpahan darah di Suriah. Veto atas resolusi Suriah justru mendorong Pemerintah Suriah meningkatkan perang terhadap rakyatnya sendiri.

Sekitar 165 anggota tim pemantau pertama kali datang ke Suriah pada Desember tahun lalu. Namun, Liga Arab menarik tim pemantau pada 28 Januari karena semakin memburuknya kekerasan di Suriah. Enam negara Teluk Arab, Yordania dan Maroko telah menarik wakil tim pemantau mereka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement