Sabtu 11 Feb 2012 19:32 WIB

Iran Siap Adakan Pembicaraan Nuklir

Rep: Erik Purnama Putra / Red: Ramdhan Muhaimin
Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, berpidato di Universitas Havana, Cuba, Rabu (11/1).
Foto: AP/Franklin Reyes
Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, berpidato di Universitas Havana, Cuba, Rabu (11/1).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan Iran selalu siap untuk mengadakan pembicaraan mengenai masalah nuklirnya. Tapi, tidak akan menyerah pada tekanan Barat untuk berhenti haknya. 

Ahmadinejad membuat pernyataan di depan kerumunan besar warga yang berkumpul di Square Azadi, Teheran pada kesempatan ulang tahun ke-33 Republik Islam Iran, Sabtu (11/2).

“Kami selalu siap untuk (nuklir) berbicara dalam kerangka keadilan dan menghormati” kata Ahmadinejad seperti dilansir kantor berita Xinhua. 

Menurut Ahmadinejad, satu-satunya yang perlu negara Barat amati adalah dengan menghormati hak-hak bangsa Iran dan untuk datang ke meja perundingan. Dia menambahkan bahwa bagaimanapun, 

“Saya jelas mengumumkan bahwa jika Anda (Barat) berbicara dalam bahasa pemaksaan dan tidak menghormati (Iran), bangsa Iran tidak akan pernah menyerah kepada Anda atas hak nuklirnya,” imbuh Ahmadinejad.

Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi, mengatakan Iran tidak akan menyerah pada ancaman negara Barat atas program nuklirnya karena telah mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Langkah itu diambil untuk melawan setiap skenario yang mungkin terjadi. “Bangsa kita harus tahu bahwa Republik Islam Iran mengambil ancaman serius dan kami siap dalam segala hal dan mempunyai rencana untuk skenario terburuk,” kata Ali.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement