Selasa 14 Feb 2012 07:02 WIB

AS Siap Lanjutkan Perundingan dengan Korut Soal Nuklir

Ketegangan antara AS dengan Korea Utara (ilustrasi)
Ketegangan antara AS dengan Korea Utara (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Seorang utusan senior AS akan melakukan pembicaraan di Beijing dengan pejabat Korea Utara pada bulan ini. Pembicaraan itu memulai lagi dialog yang ditangguhkan tahun lalu setelah kematian pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Il.

Glyn Davies, koordinator kebijakan AS mengenai Korea Utara, akan bertemu di Beijing pada 23 Februari dengan perunding Pyongyang, Kim Kye-Gwan.

AS menjajaki pembukaan kembali perundingan denuklirisasi enam negara dengan Korea Utara namun menekankan bahwa Pyongyang harus menghormati perjanjian 2005 untuk menghentikan program senjata atomnya.

"Ini kelanjutan dari pertemuan-pertemuan yang kami lakukan dengan Korea Utara untuk mengkaji apakah mereka siap melaksanakan komitmennya (sesuai dengan perundingan enam pihak) dan kewajiban internasionalnya serta mengambil langkah-langkah ke arah denuklirisasi," kata juru bicara kementerian luar negeri AS, Victoria Nuland, Senin (13/2).

AS mengadakan dua babak perundingan dengan Korea Utara tahun lalu di Beijing dan Jenewa dengan harapan tetap membuka dialog, meski ada rasa skeptis di Washington mengenai apakah negara komunis itu akan meninggalkan program senjata nuklirnya.

Babak ketiga siap dilakukan di Beijing pada Desember namun ditunda setelah kematian mendadak Kim, yang 'mewariskan' negara nuklirnya yang terkucil di tangan putra mudanya, Kim Jong-Un.

Sebelum babak terakhir yang direncanakan itu, AS membahas permintaan Korea Utara bagi dimulainya lagi bantuan pangan. Negara itu mengalami kelaparan parah pada 1990-an dan kelompok-kelompok bantuan menyuarakan kekhawatiran mengenai kekurangan makanan.

sumber : ANTARA/AFP
Berita Lainnya

Rekomendasi