Selasa 14 Feb 2012 22:44 WIB

Perang Saudara Landa Libya, Dua suku Bertempur 17 Tewas

Warga libya turun ke jalan merayakan penangkapan putra almarhum mantan pemimpin Libya Muammar Qaddafi, Saif al-Islam.
Foto: Daily Mail
Warga libya turun ke jalan merayakan penangkapan putra almarhum mantan pemimpin Libya Muammar Qaddafi, Saif al-Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, Perang saudara mulai melanda Libya. Dua suku di negeri itu terlibat pertempuran di padang pasir terpencil tenggara Libya. Sebanyak 17 tewas dan 22 orang luka-luka.

Bentrokan antara suku Zwai dan Tobu di kota Kufra telah menewaskan 17 orang sejak hari Ahad, termasuk sembilan dari suku Zwai dan delapan dari klan Tobu, sumber dari kedua suku mengatakan.

Sebuah sumber dari suku Tobu menuturkan, suku Zwai intens menggunakan senjata berat dalam bentrokan tersebut.

Juru bicara Dewan Transisi Nasional (NTC), Mohammed al-Harizi menegaskan bahwa ada bentrokan antara dua kelompok pada hari Ahad. "Itu adalah masalah antara dua suku dan mereka berupaya untuk menemukan solusi damai," katanya kepada AFP.

Kedua kelompok menggunakan senjata ringan ketika pertempuran meletus, tapi kekerasan kemudian meningkat setelah kedua belah pihak menembakkan granat berpeluncur roket dan senjata anti-pesawat.

sumber : irib
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement