REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Gerilyawan Taliban membantah keras bahwa mereka telah memulai perundingan dengan pemerintah Afghanistan. Taliban membantah pernyataan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, yang menyatakan Kabul bersama Amerika Serikat segera memulai pembicaraan dengan Taliban.
Kepala pemerintah Kabul dalam wawancara dengan surat kabar Wall Street Journal sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah AS dan Kabul telah memulai perundingan rahasia dengan Taliban. Hamid Karzai juga mengklaim perundingan tersebut membuahkan hasil yang sangat luar biasa.
''Klaim Karzai itu sama sekali bohong. Belum ada keputusan yang diambil mengenai pembicaraan dengan pemerintah Kabul yang tak berdaya,'' kata juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid.
Taliban sebelumnya disebutkan bahwa mereka berencana membentuk sebuah kantor politik di Qatar menjelang pembicaraan resmi yang mungkin dilakukan dengan AS. Para pejabat Afghanistan dan AS menyebutkan bahwa kontak-kontak penjajakan sudah dilakukan. Hamid Karzai pun mengatakan pemerintah Afghanistan adalah bagian dari pembicaraan perdamaian tiga pihak yang melibatkan AS dan Taliban.
Namun demikian, Zabiullah kembali membantah kabar tersebut. "Jika ada orang yang mengaku berunding dengan pemerintah Kabul sebagai utusan Emirat Islam, maka ia adalah penipu."
Pada 2010, seorang pria bernama Akhtar Mohammad Mansour menyamar sebagai pemimpin tingkat tinggi Taliban. Akhtar dilaporkan bertemu tiga kali dengan para pejabat Afghanistan dan NATO. Dia menerima uang pembayaran kontan sebelum terbongkar bahwa ia seorang penipu.