Sabtu 18 Feb 2012 16:33 WIB

Korut Tolak Usul Korsel Bagi Dialog Reuni Keluarga

Korsel dan Korut
Korsel dan Korut

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL - Korea Utara menolak imbauan Korea Selatan untuk berunding bertujuan memulai kembali reuni keluarga yang terpisah sejak Perang Korea. Korut mengatakan Seoul harus terlebih dulu menanggapi syarat-syaratnya bagi dialog itu.

Palang Merah Korsel mengusulkan dilakukan perundingan untuk membicarakan dimulainya kembali reuni-reuni sementara bagi para anggota keluarga yang terpisah sejak perang tahun 1950-1953.Surat kabar Pyongyang, Minju Joson menuduh Seoul berbicara soal reuni dan pertukaran lainnya sementara secara diam-diam berusaha mengenakan sanksi-sanksi.

Jika Korsel secara tulus menginginkan reuni keluarga dan pertukaran lainnya, kata surat kabar itu, Seoul harus menjawab satu daftar pertanyaan yang telah disampaikan kepada para pemimpin Seoul bulan ini.

Daftar pertanyaan itu mengemukakan para pemimpin Korsel harus menyatakan penyesalan mereka atas kejahatan-kejahatan mereka setelah meninggalnya pemimpin Korut Kim Jong-Il pada 17 Desember dan menghormati perjanjian-perjanjian KTT di masa lalu.

Korut menuduh mereka tidak menghormati masa berkabung bagi Kim dan mengemukakan kepada mereka menghentikan latihan-latihan militer besar dengan pasukan AS dan menghentikan kampanye fitnah "jahat".

Korsel menolak tuntutan itu sebagai tidak masuk akal. Ratusan ribu anggota keluarga terpisah dalam perang dua negara itu, yang mengakibatkan terbelah dua semenanjung itu. Tidak ada hubungan surat sipil dan telepon di perbatasan itu, dan banyak yang tidak mengetahui apakah keluarga mereka hidup atau mati.

Reuni terakhir yang diatur pihak berwenang dua Palang Merah Korea tetapi disetujui pemerintah-pemerintah kedua pihak dimulai Oktober 2010.

Rencana-rencana bagi reuni lanjutan terhenti setelah Korut menembaki satu pulau garis depan di Korsel November lalu yang menewaskan empat orang.

Sejak tahun 2000 kejadian-kejadian yang sporadis menghambat sebentar pertemuan langsung 3.700 keluarga -- biasanya mereka yang tidak kuat berjalan -- melalui jaringan video.

Tetapi 80.000 orang d Korsel saja sedang dalam daftar tunggu bagi reuni dan ribuan orang meninggal setiap tahun sebelum mendapat peluang untuk bertemu dengan para keluarga mereka.

sumber : ANTARA/AFP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement