Selasa 21 Feb 2012 07:33 WIB

Assad Tuduh Negara Lain Halangi Jalan Damai Suriah

Rep: Aghia Khumaesi/ Red: Djibril Muhammad
Rusia dan Cina menjadi pendukung bagi pemerintahan Bashar al Assad, Suriah. (ilustrasi)
Rusia dan Cina menjadi pendukung bagi pemerintahan Bashar al Assad, Suriah. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS - Kerusuhan yang tengah terjadi, membuat Presiden Suriah resah. Presiden Suriah, Bashar al-Assad menuduh negara tertentu menghalangi upaya untuk mengakhiri kerusuhan di negara itu, dan mencegah menapaki jalan reformasi.

Berbicara dalam pertemuan dengan Ketua Komite Duma Negara Urusan Internasional Rusia, Alexei Pushkov, Assad mengatakan, "Beberapa negara asing yang telah memicu kerusuhan di Suriah, dengan mendukung dan mendanai kelompok teroris bersenjata melawan pemerintah,"katanya, Senin (20/2), dikutip press tv.

Presiden Assad juga, berterima kasih kepada Moskow untuk memblokir dukungan Barat, untuk resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Suriah awal bulan ini, dan meminta dia untuk mundur.

Sementara itu, anggota parlemen Rusia, mengatakan bahwa Moskow mendukung program reformasi Presiden Assad dan sangat menentang intervensi asing dalam urusan dalam negeri Suriah.

Suriah telah mengalami kerusuhan sejak pertengahan Maret 2011. Kekerasan itu telah menewaskan ratusan, dilaporkan termasuk lebih dari 2.000 pasukan keamanan. Damaskus menyalahkan penjahat, sabotase, dan kelompok teroris bersenjata untuk kerusuhan, dan menyatakan bahwa mereka sedang diatur oleh luar negeri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement