REPUBLIKA.CO.ID, MOGADISHU - Anak-anak Somalia kadang-kadang yang juga berumur di bawah 10 tahun dipaksa untuk mengangkat senjata dan bertarung di medan perang.
Gerilyawan al-Shabaab bahkan sampai menggunakan mereka sebagai 'umpan meriam' dalam bentrokan dengan tentara pemerintah. Demikian organisasi HAM Human Rights Watch (HRW) dalam laporannya, Selasa (21/2).
"Setelah anak-anak mengikuti latihan berat selama beberapa minggu mereka dirkirim ke medan perang. Sebagian dari mereka dijadikan 'umpan meriam' untuk melindungi gerilyawan," demikian laporan HRW.
Gerilyawan Islam al-Shabaab juga menculik anak-anak perempuan yang dipaksa bekerja di medan perang atau dipaksa kawin dengan gerilyawan. Orang tua yang melindungi anak-anak mereka sering dibunuh, demikian HRW.