REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Seorang pemimpin Taliban setempat ditangkap saat pasukan Afghanistan melakukan operasi bersama dengan pasukan koalisi pimpinan NATO di provinsi Kunduz, utara Afghanistan, Sabtu.
"Pasukan keamanan Afghanistan dan koalisi menangkap seorang pemimpin Taliban selama operasi di Kabupaten Chahar Darah, Provinsi Kunduz, hari ini," bunyi siaraan pers Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO.
ISAF tidak mengungkapkan secara rinci sosok pemimpin Taliban tersebut. Siaran pers ISAF hanya menambahkan bahwa pemimpin Taliban mengarahkan penempatan bom pinggir jalan. Mereka memberikan senjata-senjata serta dana kepada gerilyawan di daerah itu.
Pasukan gabungan secara terpisah menemukan tempat penimbunan opium saat menggelar operasi di Kabupaten Marjah, Provinsi Helmand, Kamis. "Gudang itu menyimpan sekitar 2,151 kilogram opium dan beberapa (24 kilogram) heroin," kata siaran pers itu.
Pasukan gabungan juga menahan beberapa tersangka dan menghancurkan sebagian besar opium di lokasi itu. Obat-obatan yang tersisa disita untuk digunakan sebagai barang bukti.