Selasa 06 Mar 2012 15:51 WIB

AS-Israel Belum Sepakat Soal Nuklir Iran

Rep: Ani Nursalikah/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Obama dan Netanyahu
Obama dan Netanyahu

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Dalam pertemuan antara Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, kedua negara tetap memiliki pandangan yang berbeda mengenai Iran.

Obama menginginkan lebih banyak tekanan dan diplomasi bagi Iran sebelum melakukan tindakan militer. Sedangkan Netanyahu menekankan hak negaranya untuk melakukan serangan preventif. Tampak jelas, kedua pemimpin belum menemukan kata sepakat untuk mengatasi krisis Iran.

"Saya yakin Israel dan AS memilih untuk mengatasi krisis dengan cara diplomatis. Kami memahami dampak yang ditimbulkan jika mengambil langkah militer," kata Obama,  Senin (5/3).

Netanyahu tidak memberikan tanggapan mengenai sanksi terhadap Iran atau posisi Obama yang ingin menyelesaikan krisis Iran secara damai. Netanyahu justru menyatakan bahwa negaranya memiliki kedaulatan dan bisa melindungi diri.

Dalam pertemuan di Ruang Oval tersebut, Israel belum memutuskan apakah akan melancarkan serangan sepihak terhadap Iran. Netanyahu menekankan bahwa Israel harus mempertahankan diri dari ancaman nuklir Iran.

"Saya percaya karena hal itulah Israel dihargai. Israel memiliki hak atas nasibnya sendiri," kata Netanyahu.

Namun, keduanya sepakat bahwa Iran harus menghentikan program nuklirnya. Kedua negara setuju untuk terus melakukan koordinasi mengenai isu tersebut.

sumber : ap/reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement