Selasa 06 Mar 2012 18:17 WIB

Ditemukan, Video Penyiksaan Pasien di RS Militer Suriah

Rep: Ani Nursalikah/ Red: Dewi Mardiani
Seorang wanita suriah yang terluka akibat peluru mortar
Foto: AP
Seorang wanita suriah yang terluka akibat peluru mortar

REPUBLIKA.CO.ID, HOMS -- Peristiwa penyiksaan yang dilakukan staf medis terhadap pasien di rumah sakit militer di Homs, Suriah terungkap dalam satu tayangan video. Seorang pekerja di rumah sakit tersebut mengambil gambar secara diam-diam dan membocorkannya ke televisi Inggris, Channel 4 News.

Rekaman tersebut menunjukkan pasien yang terluka ditutup matanya dan diborgol di tempat tidur mereka. Tampak tanda penyiksaan di sekujur tubuh mereka. Beberapa alat penyiksaan, termasuk cambuk karet dan kabel listrik, tergeletak di salah satu meja di bangsal rumah sakit.

Aktivis hak asasi manusia dan petugas medis mengatakan penderitaan yang disebabkan oleh staf medis adalah pelanggaran berat terhadap etika medis. Pemerintah Suriah telah memerintahkan semua korban yang terluka dalam aksi unjuk rasa di Homs dibawa ke rumah sakit militer untuk diobati.

Gambaran penyiksaan di video tersebut telah meningkatkan kekhawatiran tentang nasib ratusan warga sipil yang terluka dari distrik Baba Amro, Suriah. Kawasan tersebut merupakan kantong pemberontak dan yang paling parah kerusakannya.

Pekerja rumah sakit yang membocorkan video tersebut mengatakan dirinya telah berkali-kali berusaha menghentikan tindakan penyiksaan tersebut. Ia diwawancara di tempat yang dirahasiakan. "Saya melihat pasien disetrum, dicambuk, dipukul dengan tongkat. Mereka bahkan tega mematahkan kaki pasien," katanya seperti dikutip dari laman alarabiya, Senin (5/3), seperti diberitakan Alarabiya.

Menurutnya, staf medis melakukan operasi tanpa pembiusan. Menurutnya, penyiksaan tersebut dilakukan oleh warga sipil, dokter militer, dan staf medis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement