Advertisement
Sabtu 10 Mar 2012 22:38 WIB

Trio AS-Korsel-Jepang Bertemu untuk 'Kepung' Korut

Hillary Clinton
Foto: 2medusa.com
Hillary Clinton

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton, mengatakan pihaknya bersama Republik Korea (Korsel) dan Jepang akan bertemu untuk membahas langkah-langkah berikutnya pascapenghentian pengayaan uranium, nuklir dan uji rudal jarak jauh milik Korea Utara (Korut).

Diplomat tertinggi AS itu mengatakan, tiga sekutu akan segera melakukan pertemuan segitiga dalam menanggapi langkah Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) yang diumumkan pada bulan lalu menyusul pembicaraan dengan AS di Beijing beberapa hari sebelumnya.

"Ini merupakan langkah sederhana dalam arah yang benar, dan kami akan mengawasi dengan cermat serta menilai pemimpin Korea Utara dengan tindakan mereka," kata Hillary kepada wartawan setelah bertemu dengan mitranya Menlu Korea Selatan, Kim Sung-hwan.

Berdasarkan perjanjian dengan AS-Korea Utara juga setuju untuk mengizinkan kembalinya inspektur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke negara itu untuk memverifikasi dan memantau moratorium kegiatan pengayaan uranium di Nyongbyon, dan mengkonfirmasi pelumpuhan reaktor 5-MW dan fasilitas terkait.

Sebagai imbalannya, negara Paman Sam setuju untuk memberikan kepada Korea Utara 240.000 ton bantuan pangan/gizi. Kedua belah pihak bertemu awal pekan ini di Beijing untuk membahas rincian administrasi program.

Hillary mengatakan, dirinya dan Kim membahas bantuan gizi untuk populasi yang paling rentan di Korea Utara. "Kami bekerja untuk mengirimkannya bantuan itu secepat mungkin," tutur dia.

Sementara itu, Kim menyebut hasil diskusi Beijing terbaru sebagai 'langkah pertama yang berarti' ke arah penyelesaian isu nuklir di Semenanjung Korea.

Kim mengatakan 'pelaksanaan setia' dari langkah-langkah yang diperlukan seperti moratorium kegiatan nuklir Nyongbyon dan kembalinya inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) adalah penting.

"Menlu Hillary Clinton dan saya setuju bahwa koordinasi lanjutan antara Korea Selatan dan AS akan menjadi faktor paling penting dalam diskusi itu mendatang, dalam kaitan dimulainya kembali perundingan enam negara," katanya, mengacu pada mekanisme yang juga melibatkan Jepang, China dan Rusia.

"Hillary menekankan bahwa tidak akan ada perbaikan yang mendasar dari hubungan antara Washington dan Pyongyang tanpa peningkatan hubungan antar-Korea, dan kami berdua sepakat bahwa dialog harus ditingkatkan serta hubungan harus dimajukan antara kedua Korea," tambah Kim.

sumber : Xinhua-OANA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement
Aiman & Aisha
Sahabat Belajar Agama Islam Berbasis AI